Penantian sebuah musim~

16 Agu

Terimakasih ya allah untuk semua rasa yang telah engkau berikan, terimakasih telah memberikan ku pelajaran di dalam semua kegagalan ku.

Kali ini aku akan mencoba kembali menanam sebuah pohon, aku sudah memastikan memilih bibit yang benar dan berkualitas bagus, karna aku tidak mau mengulangi kesalah sebelumnya memilih bibit yang sudah tau buruk namun berharap dapat tumbuh menjadi pohon yang bagus, karna aku berfikir keburukan bibit yang aku miliki dapat berubah baik apabila aku rawat dengan sepenuh hati.

Kali ini Aku sudah benar- benar memastikan bibitnya dan aku sudah siap untuk menanam nya, akan kugali tanah yang kering karna sudah lama aku tinggalkan pekarangan ku karna aku merasa bulan-bulan kemarin merupakan musim yang sangat kacau.

Kukatakan ini karena segala sesuatu terjadi dengan tidak menentu. Matahari sangat ranggas seakan menggosongkan semua. Membuat dedaunan terkelupas dan debu terkapar, sedang dingin sangat menggigil hendak membekukan segala, mengisap kelembapan sampai mengering dan melinukan benulang.

Lantas aku memilih untuk menunggu dalam diam, menunggu musim ku datang, menunggu musim yang kurindukan, musim dimana akan kuhabiskan waktu ku diladangku bersama pohon yang aku rawat dan aku pastikan tumbuh dengan indah.

bukan nya aku melupakan ladangku namun aku butuh waktu sejenak untuk mempelajari semua nya untuk menganalisa kenapa pohon yg tumbuh diladangku tidak sesuai dengan yang aku inginkan padahal aku sudah merawatnya dengan baik, menyiraminya dengan cinta, memupuk nya dengan penuh kasih sayang, namun semakin pohon itu tumbuh besar semakin terasa sakit atas akar yg menancap kedalam.

Kali ini Bibit yang kupilih merupakan bibit unggul sangat unggul, dan aku sangat bersemangat karna menurutku ini merupakan musim yang tepat, musim yang sudah kembali normal, musim yang menurutku apabila aku menanam pohon aku tak usah khawatir akan menghasilkan pohon yang buruk, karena dari bibitnya pun aku telah memilih bibit unggul, namun ketika aku ingin mencoba menanam nya, bibit itupun menolak untuk ditaman diladangku, dan dia berkata “aku tidak ingin kau menanam aku diladangmu, karena itu tidak pantas untuk sekarang, aku membutuhkan waktu, waktu yang tepat, hingga waktu yang pantas, musim yang tepat, hingga musim yang pantas, janganlah kamu mentergesai untuk menanamku, masih ada musim selanjutnya musim dimana aku akan tumbuh seperti yang engkau rindukan”.

Aku terkesima atas perkataan bibit itu, membuatku diam tanpa kata, membuatku hanya mampu menatap dan bergumam, bukankah ini musim yang tepat? Bukan kah ini musim yang paling aku rindukan, bukan kah ini musim yang indah, dimana semua bunga tulip bermekaran seperti karpet yang membentang di seluruh jagat raya, Jujur perkataan bibit itu membuatku tersontak, membuatku bingung dan membuat bulir-bulir mutiara di ujung mataku berontak keluar sebagai pertanda bahwa aku merasa ladang yang sudah kubersihkan kini dihujani oleh anak panah, terasa sakit menancap.

aku masih terdiam dan memandangi bibit itu namun setelah ku ulang kembali perkataannya dalam ingatan membuatku terpikat akan tuturnya, membuatku semakin tersihir dan terkagum karena pandangnya. 

Sebegitu pekanya engkau akan musim yang aku rindukan, sebegitu mengertinya engkau akan musim yang aku dambakan, apakah kau tahu bahwa aku benar-benar merindukan musim dimana aku dapat menanam mu dan merawat mu dengan penuh cinta dan kasih sayang, Aku semakin jatuh cinta terhadap bibit yang ingin aku taman ini.

Dan aku sangat percaya padamu, yang mengatakan bahwa masih ada musim yang tidak pendusta. Bukan seperti musim-musim yang sekarang aku punya, hanya lalu lalang untuk kembali pulang. Selalu begitu, selalu berulang, karenanya aku masih setia menunggu dengan seluruh rasa jemu, menunggu musim yang tepat dan waktu yang tepat untuk kuhabiskan seluruh waktu denganmu diladang ku~
@Ciptadestiara Sukabumi 17 agustus 2015 (00.15)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: